Hubungan antara Beban Kerja Fisik dan Waktu Kerja dengan Perasaan Kelelahan pada Karyawan Dazzle Wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Kelelahan adalah bahaya keselamatan di tempat kerja dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Kelelahan yang terjadi secara terus menerus akan menjelma menjadi kelelahan kronis. Rasa lelah yang dialami penderita dapat terjadi sebelum melakukan pekerjaan, selama bekerja dan dapat terjadi setelah melakukan pekerjaan pada waktu sore hari. Kelelahan terjadi apabila beban kerja sebesar 30-40% dari kapasitas kerja dan pekerjaan statis yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Memperpanjang waktu kerja lebih dari kemampuan lama kerja akan timbul kecenderungan untuk terjadinya kelelahan. Pekerjaan apapun jenisnya akan menjadi beban bagi yang melakukan, baik itu beban kerja fisik ataupun mental. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah populasi 50 pekerja dan sampel 50 pekerja. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dan pengukuran denyut nadi dengan menggunakan stopwatch. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa beban kerja fisik dengan perasaan kelelahan didapat nilai p-value 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan antara beban kerja fisik dengan perasaan kelelahan. Sedangkan hubungan waktu kerja dengan perasaan kelelahan didapat nilai p-value 0,002 (p<0,05) yang berarti ada hubungan antara waktu kerja dengan perasaan kelelahan Kesimpulan: Ada hubungan antara waktu kerja dengan perasaan kelelahan, ada hubungan antara beban kerja fisik dengan perasaan kelelahan.
Article Details
License and Copyright Terms
Authors retain copyright in work published by Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) and grant PT. Lentera Kesehatan Indonesia the right of first publication.
New articles are published as open access under the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0). Under this license, anyone may share and adapt the work for non-commercial purposes provided that:
• appropriate credit is given to the author(s) and JLKM;
• a link to the license is provided; and
• any changes are clearly indicated.
The license displayed on each article landing page and published PDF governs that version of record. These terms do not retroactively change the license of previously published content.
Authors remain responsible for originality, accuracy, permissions, research ethics, and compliance with applicable law. JLKM may issue corrections, retractions, or other notices in accordance with its publication-ethics policy when the integrity of the scholarly record requires it.
License: https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/