Faktor Yang Bersangkutan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita

Main Article Content

Angelinne Maria Prayscyllia Silitonga
Desheila Andariani
Haerawati Idris
Rini Anggreini

Abstract

Stunting merupakan masalah global yang menghambat pembangunan manusia, dengan sekitar 162 juta anak di bawah usia lima tahun saat ini mengalaminya dan proyeksi meningkat hingga 127 juta anak pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stunting pada balita, termasuk pendidikan, pengetahuan, sikap ibu, status ekonomi keluarga, serta berat badan lahir rendah. Melalui metode tinjauan pustaka menggunakan database ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest, sebanyak 1.300 artikel internasional yang sesuai dengan kriteria inklusi dari tahun 2016 hingga 2021 telah dipilih. Tinjauan literatur menunjukkan hubungan antara pendidikan ibu, pengetahuan, dan sikap positif ibu dengan kejadian stunting pada anak balita, serta pengaruh status ekonomi keluarga dan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan terhadap status gizi anak. Bayi dengan berat badan lahir rendah dan bayi prematur juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stunting. Kesimpulan dari tinjauan literatur ini adalah bahwa pendidikan, pengetahuan, sikap ibu, status ekonomi keluarga, serta berat badan lahir rendah berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita, dan diperlukan upaya terintegrasi dari berbagai sektor untuk mengatasi permasalahan stunting ini guna meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup anak-anak di masa depan.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Faktor Yang Bersangkutan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. (2023). Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 2(3), 133-147. https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i3.51

References

Abeway, S., Gebremichael, B., Murugan, R., Assefa, M., & Adinew, Y. M. (2018). Stunting and Its Determinants among Children Aged 6 – 59 Months in Northern Ethiopia : A Cross-Sectional Study. Journal of Nutrition And Metabolism, 2018. https://doi.org/10.1155/2018/1078480

Abuya, B. A., Ciera, J., & Kimani-murage, E. (2012). Effect of mother ’ s education on child ’ s nutritional status in the slums of Nairobi. BMC Pediatrics, 12(80). https://doi.org/10.1186/1471-2431-12-80

Agedew, E., & Chane, T. (2015). Predictors of chronic under nutrition (Stunting) among children aged 6-23 months in Kemba Woreda, Southern Ethiopia: a community based cross- sectional study. Journal of Nutrition and Food Sciences, 5(4).

Aguayo, V. M., & Menon, P. (2016). Stop stunting: improving child feeding, women’s nutrition and household sanitation in South Asia. In Maternal & child nutrition (Vol. 12, pp. 3–11). Wiley Online Library.

AISYAH, A. (2018). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA ANAK BARU MASUK SEKOLAH DASAR DI DAERAH PESISIR KOTA SEMARANG. Diponegoro University.

Aisyah, A., Suyatno, S., & Rahfiludin, M. Z. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Pada Anak Kelas Satu Di Sdi Taqwiyatul Wathon, Daerah Pesisir Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 7(1), 280–288.

Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247–256.

Arnita, S., Rahmadhani, D. Y., & Sari, M. T. (2020). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 9(1), 7–14.

Asrianti, T., Afiah, N., & Muliyana, D. (2019). PENGARUH PEMBERIAN ASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUANDA SAMARINDA. Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS), 1(01), 29–34.

da Silva, I. C. M., França, G. V, Barros, A. J. D., Amouzou, A., Krasevec, J., & Victora, C. G. (2018). Socioeconomic inequalities persist despite declining stunting prevalence in low-and middle-income countries. The Journal of Nutrition, 148(2), 254–258.