Implementasi upaya promotif kesehatan jiwa pada masyarakat desa “D” di Kabupaten Klaten
Main Article Content
Abstract
Permasalahan kesehatan jiwa menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia termasuk di Indonesia. Intervensi bersifat promotif di masyarakat berperan penting untuk meningkatkan kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang peningkatan kesehatan jiwa pada masyarakat Desa “D” Kabupaten Klaten. Pendekatan penelitian menggunakan action research berbasis psikologi komunitas. Partisipan terdiri dari tokoh masyarakat, pengurus PKK, kader jiwa, kader posyandu, pengurus karang taruna, dan anggota masyarakat umum. Intervensi ini dilakukan pada tingkat primary intervention yang artinya tindakan intervensi dilakukan pada masyarakat luas pada umumnya yaitu pada level promotif. Hasil analisis statistik non-parametrik menggunakan Wilcoxon signed-rank tests menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman yang signifikan antara pre-test dan post-test (nilai Z = -3.970; p = 0,000 (p<0,05); pre-test = 4,00; dan post-test = 7,25). Partisipan juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan jiwa, mengenali gejala awal gangguan, dan memahami peran keluarga serta masyarakat dalam upaya promotif. Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat pengaruh upaya promotif kesehatan jiwa untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran partisipan mengenai peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga kesehatan jiwa.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
License and Copyright Terms
Authors retain copyright in work published by Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) and grant PT. Lentera Kesehatan Indonesia the right of first publication.
New articles are published as open access under the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0). Under this license, anyone may share and adapt the work for non-commercial purposes provided that:
• appropriate credit is given to the author(s) and JLKM;
• a link to the license is provided; and
• any changes are clearly indicated.
The license displayed on each article landing page and published PDF governs that version of record. These terms do not retroactively change the license of previously published content.
Authors remain responsible for originality, accuracy, permissions, research ethics, and compliance with applicable law. JLKM may issue corrections, retractions, or other notices in accordance with its publication-ethics policy when the integrity of the scholarly record requires it.
License: https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
How to Cite
References
Azky, W. (2019). Paradigma kesehatan mental. Unair News. https://news.unair.ac.id/2019/10/10/paradigma-kesehatan-mental/
Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Klaten. @BPS Kabupaten Klaten. https://klatenkab.bps.go.id/id/publication/2024/07/31/0c263b4e6f20adfe7f7da7be/profil-kesehatan-kabupaten-2023.html
Center for Reproductive Health, University of Queensland, & Johns Bloomberg Hopkins School of Public Health. (2022). Indonesia – National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS): Laporan penelitian. Pusat Kesehatan Reproduksi. https://qcmhr.org/outputs/reports/12-i-namhs-report-bahasa-indonesia/file
Dobson, K. S., & Stuart, H. (2021). The stigma of mental illness. London: Oxford University Press.
Fuady, N.F.A., Elly, S., & Hadju, V. (2016). Pengaruh pelaksanaan discharge planning terhadap dukungan psikososial keluarga merawat pasien stroke di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Jurnal Sains dan Tehnologi Kesehatan, 6(2), 172-178. https://www.researchgate.net/publication/317690760
Gamayanti, W. (2014). Usaha bunuh diri berdasarkan teori ekologi Bronfenbrenner. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(2), 204-230. https://doi.org/10.15575/psy.v1i2.478
Hasnani, F., & Mumpuni, M. (2023). Pengaruh pendampingan oleh penyintas kanker terhadap motivasi pasien kanker payudara dalam menjalani pengobatan. Jurnal Health Sains, 4(1), 90-98. https://doi.org/10.46799/jhs.v4i1
Hendrawati, H., Amira, I., Maulana, I., Senjaya, S., & Rosidin, U. (2023). Peranan keluarga dan masyarakat pada ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(2), 488-496. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i2.8313
Junaidi, R., Ali, T. I. M. T. M., & Mamat, M. (2018). Mesosistem dalam novel kanak-kanak terpilih. Jurnal Pengajian Melayu (JOMAS), 29(1), 181-200. https://ejournal.um.edu.my/index.php/JPM/article/view/15370
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan tematik survei kesehatan Indonesia tahun 2023. Badan Kebijakan Pembagunan Kesehatan. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/laporan-tematik-ski/
Latipun. (2008). Psikologi konseling. Malang: UMM Press.
Lubis, N., Krisnani, H., & Fedryansyah, M. (2015). Pemahaman masyarakat mengenai gangguan jiwa dan keterbelakangan mental. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(3), 301-444. https://www.researchgate.net/publication/320325553
Mahendra, M. L. (2023). Teori etologi dan ekologi perkembangan perspektif psikologi Islam. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 2(2), 79-86. http://journal.amorfati.id/index.php/amorti
Ningsih, Y (2018). Kesehatan mental. UINSA Surabaya.
Pakungwati, S., & Anggraeni, R. D. (2023). Menjaga kesehatan mental dalam perspektif Islam. Journal of Islamic Education Studies, 1(2), 93-101. https://doi.org/10.58569/jies.v1i2.544
Pardede, J. A. (2022). Koping keluarga tidak efektif dengan pendekatan terapi spesialis keperawatan jiwa.
Putri, A. W., Wibhawa, B., & Gutama, A. S. (2015). Kesehatan mental masyarakat Indonesia (pengetahuan, dan keterbukaan masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental). Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2).
Putri, V. M. (2021, October 8). Kewajiban Masyarakat Menerima Edukasi Kesehatan Mental. https://doi.org/10.31219/osf.io/2rhau
Rahmawati, T., & Rahmayanti, Y. E. (2018). Hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada remaja awal. Jurnal Asuhan Ibu dan Anak, 3(2), 47-54. file:///D:/DOWNLOADS/admin,+Journal+manager,+JAIA_2018_3(2)_art-06.pdf
Sahriana, N. I. M. (2018). Peran kader kesehatan jiwa dalam program kesehatan jiwa komunitas di masyarakat. Doctoral dissertation, Universitas Airlangga.
Suarmini, N. W. (2014). Keluarga sebagai wahana pertama dan utama pendidikan karakter anak. Jurnal Sosial Humaniora, 7(1), 118-135. https://oaji.net/articles/2017/5501-1507002003.pdf
Ulfah, E. (2021). Peran keluarga terhadap kesehatan mental remaja di masa pandemi. PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi, 3, 14-23. http://dx.doi.org/10.30659/psisula.v3i0.18621
World Health Organization. (2020). Constitution of the World Health Organization. https://apps.who.int/gb/bd/pdf/bd47/en/constitution-en.pdf
World Health Organization. (2020). Mental disorders affect one in four people. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders
World Health Organization. (2020). Mental health: strengthening our response. https://cdn.ymaws.com/www.safestates.org/resource/resmgr/connections_lab/glossary_citation/mental_health_strengthening_.pdf
Yudiati, E. (2020). Penerimaan sosial dan dukungan keluarga terhadap peningkatan status kesehatan mental pada penderita kecemasan neurotik. Jurnal Psikologi (unpublished). https://repository.unika.ac.id/22264/
Yusrani, K. G., Aini, N., Maghfiroh, S. A., & Istanti, N. D. (2023). Tinjauan kebijakan kesehatan mental di Indonesia: Menuju pencapaian sustainable development goals dan universal health coverage. Jurnal Medika Nusantara, 1(2), 89-107. https://doi.org/10.59680/medika.v1i2.281